Kerja Sama Lintas Agama untuk Perlindungan Lingkungan: Amanat dan Tanggung Jawab Bersama

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin

JENDELAISLAM.ID – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, menekankan pentingnya kerja sama lintas agama dalam upaya memperkuat perlindungan lingkungan.

Menurutnya, hubungan harmonis antarumat beragama menjadi modal penting untuk berkolaborasi, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dalam ajaran Islam, pelestarian lingkungan adalah kewajiban bagi umat Muslim. Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 72 menjelaskan bahwa manusia memiliki amanat berat dari Allah SWT di dunia ini, amanat yang bahkan langit, bumi, dan gunung-gunung pun tidak sanggup menerimanya karena takut mengkhianatinya,” ujar Kamaruddin dalam Webinar Rawat Bumi Perkuat Moderasi yang digelar melalui zoom meeting pada Jumat (31/5/2024).

Ayat tersebut, menurut Kamaruddin, menunjukkan bahwa manusia memiliki dua amanat: amanat langit (teologis atau ilahiyah) dan amanat bumi (sosiologis atau insaniyah).

“Manusia memiliki tugas untuk mengelola dan melindungi bumi. Tanggung jawab pelestarian bumi ada pada manusia sebagai khalifah, bukan pada hewan dan malaikat,” jelasnya.

Kamaruddin percaya bahwa setiap agama memiliki pandangan yang sama mengenai pelestarian dan perlindungan bumi.

Ia mengapresiasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) atas langkah konkret mereka dengan melakukan gerakan tanam sejuta pohon, zero plastic, serta literasi teologi lingkungan.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa tugas penyuluh agama tidak hanya dilakukan di ruang tertutup,” tambahnya.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, menambahkan bahwa webinar ini adalah bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Lahir (Harlah) IPARI Ke-1 yang diadakan di Hutan Mangrove, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Barat, pada 30 Mei 2024.

“Kemarin, bersama pengurus IPARI dan seluruh penyuluh agama se-Indonesia, kita serentak melakukan gerakan tanam sejuta pohon, zero plastic, serta literasi teologi lingkungan,” jelasnya.

Zayadi berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan literasi terkait pelestarian lingkungan dari sudut pandang berbagai agama.***

Sumber Teks & Foto: Kemenag