JENDELAISLAM.ID – Kisah Nabi Nuh AS merupakan salah satu kisah yang paling mengharukan dalam sejarah Islam. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dan tabah dalam berdakwah selama ratusan tahun.
Nabi Nuh AS diutus kepada kaum Bani Rasib yang terkenal dengan sifat congkak dan kezaliman mereka. Mereka terlena dengan harta benda yang dianugerahkan Allah SWT, memandangnya sebagai satu-satunya sumber kebanggaan dan memandang rendah kaum yang kurang mampu.
Kesesatan kaum Bani Rasib tidak hanya pada sikap sosial mereka. Mereka juga menyembah patung-patung yang dibuat dari orang-orang saleh terdahulu.
Nabi Nuh AS berdakwah selama 950 tahun, menyerukan kaumnya untuk kembali kepada ajaran tauhid dan meninggalkan kesesatan. Namun, dakwahnya selalu ditolak. Ia kerap menerima ancaman dan cemoohan dari kaumnya.
Allah SWT berfirman, “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim,” (QS Al Ankabut: 14).
Putus asa melihat keteguhan kaumnya dalam kesesatan, Nabi Nuh AS berdoa kepada Allah SWT memohon keputusan dan keselamatan. Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membangun bahtera sebagai persiapan menghadapi azab banjir bandang.
Allah berfirman, “Dia (Nuh) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku. Maka, berilah keputusan antara aku dan mereka serta selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin bersamaku,” (QS Asy Syu’ara: 117-118).
Pembuatan bahtera tersebut kembali menjadi bahan cemoohan kaum Bani Rasib. Namun, Nabi Nuh AS dan pengikut setianya tidak patah semangat dan terus melanjutkan pembangunan bahtera tersebut.
Setelah bahtera selesai dibangun, Allah SWT menurunkan azab banjir bandang yang dahsyat. Nabi Nuh AS bersama orang-orang yang beriman diselamatkan di dalam bahtera, sementara kaum Bani Rasib yang kufur binasa akibat banjir tersebut.
Kisah Nabi Nuh AS mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian dan penolakan. Ini juga menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT dan tidak terlena dengan harta dunia.***
Sumber Foto: Pexels/photoklickrÂ
