Kisah Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Menjaga Keimanan di Tengah Godaan Setan

Kisah Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Menjaga Keimanan di Tengah Godaan Setan Kisah Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Menjaga Keimanan di Tengah Godaan Setan

JENDELAISLAM.ID – Syekh Abdul Qadir al-Jailani, seorang tokoh besar yang dikenal sebagai ‘Raja Para Wali,’ menghadapi ujian berat setelah mendapatkan gelar tersebut.

Gelar itu tidak hanya membawa kehormatan, tetapi juga tantangan besar dari setan, yang terus menggoda para kekasih Allah hingga hari kiamat.

Dalam salah satu kisah yang terkenal, saat Syekh Abdul Qadir al-Jailani sedang menyendiri, tiba-tiba muncul cahaya besar yang memenuhi langit.

Bayangan tersebut mendekat dan memanggilnya, “Wahai Abdul Qadir, aku ini Tuhanmu. Kamu adalah kekasihku, aku akan meringankan syariat untukmu. Apa yang aku haramkan sebelumnya, sekarang aku halalkan untukmu,” kata bayangan itu.

Namun, dengan tegas Syekh Abdul Qadir al-Jailani menjawab, “Wahai yang terlaknat, pergi kamu sekarang dari hadapanku. Kalau tidak, akan aku hancurkan kamu.”

Sikap ini menunjukkan betapa kuatnya keimanan Syekh Abdul Qadir al-Jailani, yang mampu membedakan mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah).

Setelah kejadian tersebut, cahaya itu padam dan hilang dari pandangan. Namun, tak lama kemudian, bayangan itu kembali dalam bentuk kabut dan berkata, “Kamu selamat dari godaanku wahai Abdul Qadir karena dua alasan; pertama karena ilmumu (fiqih) yang telah melekat dalam jiwamu, dan kedua karena kondisi spiritualmu serta ibadahmu.”

Syekh Abdul Qadir al-Jailani menjelaskan bahwa ia selamat berkat petunjuk dari Allah SWT, yang memberinya kemampuan untuk mengenali tipu daya setan.

Ia menyadari bahwa jika benar Allah SWT ingin menghapus syariat-Nya, maka para nabi adalah yang pertama kali akan dilepaskan dari syariat tersebut, dan itu sangat mustahil.

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam menjaga keimanan dan ketakwaan. Dengan ilmu, kita dapat selamat dari godaan setan yang terus berusaha menyesatkan manusia hingga hari kiamat.

Rasulullah ﷺ pun selalu memohon tambahan ilmu kepada Allah SWT, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, “Dan katakanlah Muhammad; ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu pengetahuan.”

Hikmah dari kisah ini adalah pentingnya menimba ilmu untuk memperkuat iman dan melindungi diri dari godaan setan.

Manusia, dengan kelebihan akal yang diberikan oleh Allah SWT, memiliki tanggung jawab besar untuk menggunakan ilmu tersebut dengan bijak, sehingga dapat mencapai derajat yang lebih tinggi dari malaikat. Wallahu a’lamu bish-shawab.***