Makam Mbah Moen di Ma’la Tidak Pernah Sepi Peziarah asal Indonesia

JENDELAISLAM.ID -Siapa yang tak kenal KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen? Namanya sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia. Pengasuh Pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, tersebut wafat lima tahun lalu (2019) di Tanah Suci, Makkah. Beliau dimakamkan di Taman Pemakaman Ma’la, Makkah.

Makam Mbah Moen, tidak pernah sepi dari peziarah, terutama jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Mereka membaca tahlil dan doa di makam Mbah Moen.

Alwi, jamaah haji asal Surabaya, dan empat sahabatnya menziarahi makam Mbah Moen setelah berdoa di pusara isteri Rasulullah, Siti Khadijah, terlebih dahulu. Makam Siti Khadijah berada di Taman Pemakaman yang sama dengan Mbah Moen.

“Saya (ziarah) ke makam Siti Khadijah RA dulu mas. Su’ul adab nanti,” kata Alwi kepada NU Online di Taman Makam Ma’la, yang berjarak 1 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (22/06/2024) sore.

​​Peziarah lain yang menziarahi makam Mbah Moen adalah Ustadz Mahbub Marzuki dari Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan. Ia bersama rombongan jamaah haji juga membaca tahlil serta doa di makam Mbah Moen.

Bahkan setiap kali membawa jamaah umrah, Ustadz Mahbub selalu mengagendakan untuk menziarahi makam Siti Khadijah, Syekh Nawawi al-Bantani, dan Mbah Moen.

Ustadz Mahbub, yang juga berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan, menegaskan bahwa ziarah kubur sudah menjadi tradisi bagi warga NU. Hukumnya mubah. Tapi menziarahi makam orang-orang saleh dianjurkan, apalagi ke makam para ulama.

Tahun 2024 merupakan tahun kelima wafatnya Mbah Moen. Puncak haul Mbah Moen sendiri sudah diperingati di aula Sekretariat Daker Makkah, Syisyah, Makkah, Kamis (13/06/2024).***

Sumber Teks & Foto: NU Online