JENDELAISLAM.ID – Diceritakan tentang seorang wanita kaya bernama Ummu Ja’far yang terkenal karena kedermawanannya. Kedermawanannya menjadi sorotan di masyarakat, bahkan sampai kepada dua pengemis buta.
Setiap hari, dua pengemis buta tersebut menunggu Ummu Ja’far di pinggir jalan yang sering dilaluinya. Saat meminta sedekah, keduanya memiliki harapan dan doa yang berbeda.
Satu di antara mereka berdoa kepada Allah untuk diberikan rezeki dari kemurahan-Nya, sedangkan yang lainnya berharap mendapat rezeki dari Ummu Ja’far.
Mengetahui hal ini, Ummu Ja’far memberikan sedekah dengan nilai yang berbeda kepada keduanya. Pengemis pertama, yang berdoa kepada Allah, diberikan uang 2 dinar. Sedangkan pengemis kedua, yang berharap pada Ummu Ja’far, diberikan 2 adonan roti dan ayam panggang yang di dalamnya terdapat uang 10 dinar.
Pengemis kedua yang tidak menyadari adanya uang di dalam ayam panggang tersebut, menawarkan untuk menukar roti dan ayam panggangnya dengan uang 2 dinar dari pengemis pertama.
Setelah 10 hari, Ummu Ja’far bertemu kembali dengan pengemis kedua dan menanyakan apakah dia puas dengan pemberian tersebut. Pengemis kedua tidak menyadari bahwa ada uang di dalam ayam panggang yang diberikan, dan dia merasa hanya mendapatkan uang 2 dinar dari menjual roti dan ayam panggang tersebut.
Ummu Ja’far terkejut dan menyadari bahwa Allah memberikan rezeki dengan cara yang tidak terduga kepada hamba-Nya yang meminta kepada-Nya. Dia juga menyimpulkan bahwa takaran rezeki setiap orang tidak akan tertukar, dan bahwa mengadukan keluh kesah kepada Allah akan mendapatkan solusi yang tak terduga.
Dari kisah ini, dapat disimpulkan bahwa mengharapkan rezeki dari sesama manusia selalu berisiko meleset, sementara memohon kepada Allah akan membawa solusi yang tak terduga.***
Sumber Foto: Pexels/Timur Weber
