JENDELAISLAM.ID – Al-Husain bin al-Husain bin Yahya al-Watsiqi menuturkan bahwa kakeknya adalah seorang kepala kepolisian di Baghdad. Pada zamannya, merebaklah bencana pencurian dimana-mana. Maka, para penduduk yang kebanyakan adalah kaum pedagang, menuntut kepada dirinya, apakah dia sanggup menangkap pencuri-pencuri itu atau dia bertanggung jawab mengembalikan barang-barnag dagangan mereka yang telah pada hilang.
Mendapat laporan begitu banyak, sang kepala kepolisian bingung. Sehingga siang maupun malam selalu berkeliling kampung-kampung.
Suatu ketika, ia sampai ke suatu lorong kampung yang amat sepi di pinggiran kota. Setelah masuk ke dalam lorong itu, sampailah di tempat buntu dan di situlah dia mendapatkan di depan pintu sebuah rumah kumuh terdapat tulang ikan besar dan keras.
Lalu, ia mencari jawaban karena untuk membeli ikan sebesar itu, butuh uang yang cukup banyak sementara penduduk di perkampungan itu kebanyakan adalah warga tidak mampu.
Oleh sebab itu, dia merasa ini ada sesuatu yang ganjil yang perlu diungkap. Maka, pintu rumah yang ada di sebelah rumah tersebut diketuk, lalu keluarlah seorang perempuan tua. Ketika ditanya tentang siapa penghuni rumah yang terdapat tulang ikan besar di depan pintunya, ia menceritakan bahwa mereka adalah berjumlah lima orang berpenampilan seperti pedagang. Mereka sejak satu bulan ini tampak sering keluar, dan hanya satu di antara mereka yang sesekali terlihat sekilas di siang hari lalu masuk ke dalam rumah itu dengan cepat.
Sepanjang hari, mereka hanya berkumpul-kumpul, makan minum dan bersenang-senang dengan main catur. Sementara, satu orang pelayan mereka bekerja melayani kebutuhan yang mereka perlukan. Bila malam tiba, mereka keluar ke kota tempat tinggal mereka, dan kembali ke tempat itu di tengah malam saat orang tidur.
Lalu, sang kepala polisi itu bertanya kepada perempuan tua, “Yang seperti ini, sifat para pencuri bukan?”
Maka, mari kita kelilingi rumah ini dan ajaklah oprang-orang bersama kita. Di antara mereka ada yang naik ke atap rumah tersebut, sementara dia bertugas mengetuk pintu rumah itu. Tatkala diketuk, keluarlah seorang pelayan yang sehari-hari berada di rumah itu.
Kemudian sang polisi langsung masuk bersama orang-orang itu dan tanpa diduga tertangkap basahlah sekawanan perampok yang bersembunyi di dalam rumah itu. Kemudian, mereka dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Setelah diinterogasi, ternyata benar-benar mereka adalah sekawanan penjahat yang selalu membuat keresahan selama ini. Akhirnya melalui keterangan merkea jugalah, sindikat kejahatan lainnya bisa diberantas.
Kisah ini bersumber dari “Ikan Mengungkap Perampok”, dalam Hani al-Haj, “1001 Kisah Teladan”, Pustaka al-Kautsar, Jakarta, 2004.***
Foto: Pixabay/OpenClipart-Vectors
