Kisah Inspiratif: Keteladanan Syiblul Madari dalam Menghadapi Ujian

Ilustrasi burung. Ilustrasi burung.

JENDELAISLAM.ID – Imam Abu Na’im al-Asfahani dalam kitab Hilyatul Auliyâ’ menceritakan sosok ahli ibadah bernama Syiblul Madari, yang terkenal karena kesalehannya.

Meski kisah hidupnya tidak banyak diungkap, Syiblul Madari termasuk dalam golongan orang-orang saleh dan ahli ibadah yang dihormati. Salah satu kisah menarik tentangnya adalah saat ia menghadapi ujian sederhana namun penuh hikmah.

Suatu hari, Syibl membeli daging dan membawanya pulang. Namun di tengah perjalanan, seekor burung pemangsa mencuri daging itu dari tangannya.

Alih-alih marah atau kesal, Syiblul Madari memilih untuk kembali ke masjid dan berpuasa, sebagai bentuk pengendalian diri dan ibadah.

Di rumah, daging yang dicuri burung itu jatuh kembali di depan istrinya setelah burung-burung bertengkar memperebutkannya. Tanpa mengetahui asal usulnya, sang istri memasak daging tersebut.

Ketika Syibl pulang untuk berbuka puasa, ia bertanya dari mana daging itu berasal. Mendengar cerita istrinya, Syibl menangis dan mengucapkan syukur kepada Allah yang tetap memberinya rezeki meski dirinya sering lalai.

Kisah ini menunjukkan bagaimana Syiblul Madari merespons musibah dengan penuh kebijaksanaan. Ia tidak memilih untuk marah atau mempersoalkan kejadian sepele ini.

Syibl melihat peristiwa tersebut sebagai bentuk lain dari ujian yang Allah berikan, dan ia meresponsnya dengan bersyukur serta berpuasa.

Kisah Syiblul Madari mengajarkan pentingnya bersyukur dalam setiap keadaan, sebagaimana dikatakan oleh Imam Junaid al-Baghdadi, bahwa syukur sejati adalah tidak menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat.

Syibl mengajarkan bahwa musibah atau ujian dapat diubah menjadi ibadah, selama kita tetap berserah diri dan rendah hati di hadapan Allah.***