Kisah Tragis: Bahaya Khamar dan Pentingnya Menjaga Diri dari Godaan

Gambar hanya sebuah ilustrasi Gambar hanya sebuah ilustrasi

JENDELAISLAM.ID – Dalam ajaran Islam, larangan meminum minuman keras ditegaskan dengan sangat ketat. Minuman keras adalah minuman yang bisa merusak akal dan kesehatan, serta menyebabkan hilangnya kesadaran.

Islam melarangnya kecuali dalam kondisi tertentu yang benar-benar dibutuhkan, misalnya sebagai obat dengan resep dokter yang ahli.

Selain membahayakan akal dan kesehatan, minuman keras juga dapat membuat seseorang kehilangan kendali diri, sehingga lebih rentan melakukan dosa.

Karena itu, umat Islam diwajibkan untuk menghindari minuman yang memabukkan demi menjaga kesucian akal, tubuh, dan jiwa.

Rasulullah saw menyebutkan bahwa minuman keras adalah sumber dari segala dosa, sehingga penting bagi umat Islam untuk menjauhinya. Sebuah hadits dari Sayyidina Utsman bin Affan menyatakan:

اجْتَنِبُوا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ

“Jauhilah oleh kalian minuman khamar, karena ia adalah pangkal dari segala kejelekan.” (HR al-Baihaqi).

Terdapat sebuah kisah yang menjadi pelajaran penting bagi kita tentang bahaya minuman keras. Kisah ini dicatat oleh Imam Majduddin Abus Sa’adat bin Muhammad al-Jazari Ibnil Atsir dalam kitabnya Jami’ul Ushul fi Ahaditsir Rasul.

Alkisah, ada seorang laki-laki saleh yang dikenal taat beribadah dan sangat dihormati masyarakat. Suatu hari, seorang pelacur yang tinggal di dekatnya mengirim seorang budak untuk mengundangnya menjadi saksi. Tanpa curiga, lelaki itu mengikuti budak tersebut ke rumah pelacur.

Namun, setibanya di rumah, pelacur itu mengunci pintu dan menawarkan tiga pilihan: bersetubuh dengannya, membunuh anak kecil yang ada di rumah itu, atau meminum khamar.

Lelaki tersebut memilih minum khamar, berpikir itu adalah dosa yang paling ringan. Namun, setelah meminum khamar, ia mabuk dan akhirnya melakukan perzinaan serta membunuh anak kecil tersebut.

Kisah ini menegaskan bahaya minuman keras, yang meskipun dipilih untuk menghindari dosa besar lainnya, justru menyeret seseorang pada perbuatan dosa yang lebih besar.

Rasulullah mengingatkan umatnya untuk menjauhi minuman keras dan segala bentuk minuman yang memabukkan karena mereka dapat membawa seseorang kepada berbagai pintu dosa.

Pelajaran dari kisah ini adalah pentingnya menjaga diri dari godaan dan tetap teguh pada ajaran Islam dalam menghadapi cobaan, terutama yang berkaitan dengan minuman keras.***

Sumber Foto: Pexels/Andrea Piacquadio