Jahe, Umbi-umbian yang Multi-Manfaat

JENDELAISLAM.ID – Anda tahu jahe? Ya, tanaman ini kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan. Mulai dari minuman, bumbu hingga obat-obatan.

Saat cuaca dingin, jahe merupakan minuman tepat yang bisa menemani kita. Di samping bisa mengusir hawa dingin yang menyergap tubuh, mengkonsumsi jahe ini juga sangat baik untuk menolak berbagai penyakit yang biasa datang pada musim penghujan, seperti: flu, masuk angin dan sakit kepala.

Tak percaya, coba kita perhatikan kemasan jamu yang beredar di pasaran, hampir semua jamu untuk masuk angin atau tolak angin dimana bahan bakunya adalah jahe.

Rasanya memang pedas, tapi zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat berguna bagi tubuh manusia.

Berbagai penelitian memaparkan, rasa hangat yang dihasilkan saat mengonsumsi jahe dapat membantu jantung memompa darah lebih ringan sehingga tekanan darah menjadi turun.

Begitu pula penyakit-penyakit yang diakibatkan tidak beresnya kinerja jantung dapat diobati dengan jahe. Karena komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat anti-koagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Artinya, jahe bisa mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Malahan, gingerol juga diduga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Segudang manfaat lain, jahe juga dapat membantu menetralkan efek negatif yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh karena jahe mengandung antioksidan. Dengan begitu, jahe dapat membantu tubuh melawan pilek dan flu.

Jahe juga dapat membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak.  Bisa juga mencegah mual, karena jahe mampu memblokir serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual, termasuk mual akibat mabok perjalanan.

Malahan penelitian ini menemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi rasa mual dan muntah.  Bukan itu saja, jahe juga bisa menjadikan lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.

Terkenal dari Masa ke Masa

Tumbuhan yang istilah ilmiahnya disebut stringavera ini berbentuk seperti tanduk. Letaknya di dalam tanah, sehingga banyak orang salah mengartikan sebagai akar dari sebuah tumbuhan. Padahal jahe lebih tepat disebut sebagai umbi-umbian.  Khasiatnya yang luar biasa bagi kesehatan manusia menjadikan jahe dikenal sepanjang masa, dari zaman dulu hingga sekarang.

Pengobatan Cina kuno dan India, misalnya, mencatat bahwa jahe merupakan ramuan utama dalam banyak resep racikan serta ramuan makanan dan minuman.  Sementara itu, orang-orang Eropa memanfaatkan jahe sebagai cita rasa dalam setiap masakan. Salah satunya sebagai bumbu meja makan, layaknya garam dan merica sehingga bisa menambah nafsu makan.

Dalam Islam, jahe (zanjabîl) termasuk tanaman yang istimewa karena disebutkan secara langsung sebagai campuran minuman di surga. QS. al-Insan: 17 berbunyi, “Di dalam surga itu, mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.”

Isyarat dalam nash Qur’an tadi jelas menggambarkan betapa tanaman jahe bukanlah tanaman biasa. Kenyataannya, penelitian modern mengungkap kehebatan tanaman jenis ini.

Di Indonesia sendiri, jahe tergolong tanaman yang tidak sulit ditanam. Karena itu, wajar kalau di kampung-kampung, tanaman jenis ini banyak dijumpai. Apalagi pengobatan tradisional dengan menggunakan jahe lebih praktis dan tidak memakan banyak biaya. Toh, meski demikian, khasiatnya tidak kalah dengan obat kimia yang digunakan untuk penyakit yang sama.  

Bagaimana caranya? Tidak terlalu rumit, sangat alami dan efeknya cukup terasa.  Orang yang lagi masuk angin misalnya, racikannya cukup menggunakan jahe tua sebesar ibu jari yang dicuci bersih, kemudian dimemarkan dan direbus dengan air dua gelas. Bila sudah, tambahkan gula aren secukupnya lalu didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat.

Demikian pula yang menderita sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah). Cukup dengan membakar jahe sebesar ibu jari lantas dimemarkan. Seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren, minum sekal igus. Minum tiga kali sehari.

Bagi yang mabuk kendaraan pun mudah meraciknya.  Jahe seibu jari yang telah dicuci kemudian diiris tipis-tipis, direbus dengan segelas air. Diminum hangat-hangat sebelum naik kendaraan.

Bagaimana dengan anggota tubuh yang terkilir? Jahe dua ruas dicuci bersih lalu diparut, kemudian ditambahkan sedikit garam. Bila sudah, tinggal membalurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir, dua kali sehari.

Penjelasan di atas sudah cukup meyakinkan kita bahwa jahe, umbi-umbian yang sering kita jumpai dalam berbagai bumbu masakan yang mungkin tidak kita sadari, menyimpan khasiat yang luar biasa. Inilah anugerah Allah yang mesti kita syukuri.***

Foto: Unsplash/Milada Vigerova