JENDELAISLAM.ID – Dalam Islam, berdoa adalah hal yang sangat dianjurkan karena menjadi sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT.
Melalui doa, umat Islam merasa lebih dekat dengan Tuhannya dan diingatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah atas kehendak Allah.
Namun, penting untuk diingat bahwa berdoa memiliki adab yang harus dipatuhi, dan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, apalagi sampai seolah-olah ‘memaksa’ Allah SWT.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang dikenal sebagai Gus Baha, mengingatkan bahwa Allah SWT tidak menyukai doa yang berlebihan.
Dalam sebuah ceramah yang disampaikan melalui channel YouTube @ngajinesantritv pada Sabtu, 10 Agustus 2024, Gus Baha menjelaskan bahwa berlebihan dalam berdoa berarti meminta sesuatu yang terlalu besar atau belum mensyukuri nikmat yang telah diberikan sebelumnya.
“Allah tidak suka orang yang berlebihan dalam berdoa,” tegas Gus Baha.
Ia mencontohkan, misalnya seseorang yang meminta jodoh tetapi setelah mendapatkannya, ia tidak mensyukuri dan malah membayangkan pasangannya sebagai sosok yang sempurna.
“Belum mensyukuri hilangnya status jomblo, sudah minta yang macam-macam. Seharusnya, bersyukur dulu,” tambahnya.
Gus Baha juga menceritakan kisah seorang pria miskin yang berdoa agar bisa beribadah tanpa harus bekerja.
Akibatnya, pria tersebut dituduh sebagai pencuri dan dipenjara, di mana ia mendapatkan makanan tanpa bekerja, tetapi akhirnya menyesal karena doanya dikabulkan.
Gus Baha menekankan pentingnya kesadaran bahwa kita adalah hamba Allah yang harus berhati-hati dalam berdoa.
“Jangan menuntut doa kita untuk diwujudkan, karena bisa saja hasilnya adalah sesuatu yang kita sesalkan,” ujarnya.
Ia menyarankan agar berdoa dilakukan dengan sederhana dan tidak menggurui Allah SWT.
“Berdoalah dengan sederhana, seperti meminta keselamatan di dunia dan akhirat,” tutupnya.***
