Prof. Dr. Mohammad Sholeh, M. Pd: Shalat Tahajjud Tingkatkan Imunitas Tubuh

JENDELAISLAM.ID – Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Banyak keutamaan bagi siapa saja yang mau menjalankannya.

Menurut Moh. Sholeh, peneliti shalat tahajjud yang pernah kami wawancarai, shalat tahajjud itu bisa dimaknai dari sisi normatif, ilmiah, dan praktis empiris.

Makna Normatif

Tahajjud itu mempunyai keistimewaan yang luar biasa bila dibandingkan dengan shalat-shalat sunnah lain.

Keistimewaanya terletak: Pertama, tidak ada satu shalat sunnah yang dianjurkan langsung oleh al-Qur’an kecuali tahajjud. Shalat dhuha, shalat rawatib, tidak disentuh oleh al-Qur’an, melainkan hanya sampai batas dataran hadits saja. Kalau yang berfirman Allah SWT, tentu mempunyai keistimewaan-keistimewaan.

Kedua, tidak ada shalat sunnah yang pernah diwajibkan oleh Allah sebelum shalat lima waktu kecuali tahajjud. Jadi, shalat tahajjud itu pernah diwajibkan kepada Rasulullah SAW bersama umatnya sebelum mendapatkan kewajiban lima waktu itu, yaitu bersamaan dengan turunnya surat al-Muzammil: 1 – 20.

Sebenarnya keistimewaan lain masih banyak, di antaranya adalah jika kita bisa menggali kronologis turunnya ayat demi ayat, mulai dari turunnya QS. al-‘Alaq, al-Qalam, baru Qs. al-Muzammil. Coba Anda bayangkan mulai dari surat Iqra’ hanya 5 ayat, al-Qalam ada 10, al-Muzammil ada 20.

“Ternyata dari sisi kronologis turunnya ayat saja, surat al-Muzammil itu memang memberikan solusi kepada problem-problem imbas dari dakwah Rasulullah merealisasikan dari surat al-‘Alaq dan al-Qalam itu. Dengan demikian, sebenarnya  shalat tahajjud merupakan senjata yang luar biasa yang diberikan kepada Rasulullah SAW agar tidak gentar ketika menyampaikan pesan-pesan yang ada dalam al-Qur’an yang sudah diberikan sebelumnya. Dari segi turunnya saja, tahajjud bisa digunakan untuk menghilangkan stress,”  terang M. Sholeh.

Ketiga, dari sisi medis. Dalam hadits qudsi, Allah pernah berfirman, “Setiap 2/3 malam turun ke langit pertama untuk menyerukan siapa yang ruku’ sujud bertahajjud, maka doanya akan Kukabulkan, permintaannya akan Kuberi, dosanya akan Kuampuni.”

Kemudian ditambah dengan hadits Thabrani, “Orang yang shalat tahajjud termasuk di samping kebiasaan orang-orang shaleh, tahajjud itu juga bisa dipergunakan untuk penyembuhan penyakit fisik maupun psikis.” Itu hadits shahih.  

Makna Ilmiah  

Makna kedua dari tahajjud, menurut M. Sholeh, bisa dikaitkan secara ilmiah. Ia pernah meneliti dari tahun 2000 yang kemudian dibukukan dengan judul “Terapi Shalat Tahajjud.”

“Saya meneliti sekitar 51 anak SMU kelas I. Umurnya sama berkisar 16 – 20 tahun, jenis kelaminnya sama laki-laki, sama-sama tidak pernah melakukan shalat tahajjud, tidak melakukan juga dan mengikuti thariqah-thariqah. Anak-anak ini diminta shalat tahajjud 2 bulan. Sebelum shalat tahajjud, mereka diambil sampel darahnya, setelah shalat tahajjud sebulan, sampel darahnya diambil lagi. Begitu pula setelah dua bulan diambil sampel darahnya lagi.”

Lulusan bergelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada Jurusan Imunologi, ini menganalisis sampel darah tersebut di laboratorium. Hasilnya, imunitas dalam tubuh menunjukkan ada perubahan homeostasis (cara tubuh untuk mempertahanakan kondisi yang stabil) yang baik.

Dari hasil penelitian ini, ternyata membawa kesimpulan M. Sholeh bahwa shalat tahajjud itu baik untuk penyembuhan.

“Makrofag (sel darah putih yang besar dan merupakan bagian dari sistem imun bawaan), seperti variabel yang ditelitinya: eusinovil, basofil, neutrofil, limfosil, limfosit B, limfosit T,  dan hormon kortisol, itu menurun.  Dari sisi ini, saya menyimpulkan bahwa shalat tahajjud itu secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan untuk penyembuhan baik secara preventif maupun kuratif, sakit infeksi maupun kangker.”

Makna Praktis Empiris

Mulai tahun 2001, M. Sholeh membuka klinik di Masjid al-Akbar Surabaya dan di Kediri. Dari praktik ini, ternyata misteri di balik kedahsyatan shalat tahajjud itu memang luar biasa. Pasien-pasien yang mengidap penyakit kangker, kista, tumor, kangker payudara, miom, bisa teratasi kalau mau melakukan shalat tahhajjud  dan senam tauhid.

“Jadi, pengalaman empirik yang saya lakukan selama ini untuk memberikan bantuan penyembuhan bagi pasien, ternyata ada pengaruh yang signifikan antara mereka yang tidak pernah menjalankan shalat apalagi shalat tahajjud dengan orang yang gemar melakukan shalat, suka baca al-Qur’an, sering puasa Senin Kamis, shalat Dhuha, dan menjalankan shalat tahajjud rutin. Dan biasanya yang tidak  menjalankan shalat itu akan memerlukan waktu lama bahkan juga bisa gagal terapinya. Sebaliknya, yang mau shalat tahajjud atau setelah terapi tetap mau menjalankan, alhamudilllah dengan waktu yang singkat sekitar 1, 2 atau 3 minggu, bahkan lebih cepat dari itu penyakit-penyakit di atas bisa disembuhkan.”

Pentingnya Shalat Tahajjud

Al-Qur’an menyebutkan, “Sesungguhnya bangun di tengah malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (al-Muzammil: 6). M. Sholeh menyampaikan, keistimewaan tahajjud itu dilakukan di malam hari setelah kita tidur.

“Dalam kedokteran, setelah tidur itu kortisol (hormon yang dihasilkan tubuh saat mengalami stress) tidak akan naik, malah turun.  Dari sisi ini, maka akan menambah kemudahan untuk lebih khusyu’ dalam menjalankan shalat. Kalau itu khusyu’, jelas memungkinkan dampak pengaruh yang luar biasa terhadap metabolisme  tubuh kita. Itulah kelebihan shalat tahajjud dibandingkan yang lain,”

Bahkan berdasar pengalamannya, keajaiban bisa datang ketika orang membiasakan dengan shalat tahajjud.

“Kalau ingin punya keajaiban-keajaiban Allah dalam hidup ini, artinya bantuan Allah yang secara rasional tidak mungkin, tetapi dengan tahajjud itu serba mungkin. Saya sering tanya kepada pasien yang tidak percaya dengan spiritual tahajjud untuk menyembuhkan yang barangkali dokter sudah angkat tangan secara medis, “Pernah  nggak, Anda lihat ke masjid Demak? Nah, Masjid Demak itu saka (tiang)nya dari tatal. Artinya, semua  itu yang membuat manusia, dalam pengertian bukan hakikat. Kalau bicara hakikat, tentu Allah yang membuat semuanya. Itu tangan-tangan manusia yang dekat kepada Allah.” Dari sinilah, sesuatu yang tidak mungkin, tapi kalau kita dekat kepada Allah bisa menjadi mungkin. Jadi, kalau kita rajin tahajjud, insyaallah yang semula tidak mungkin itu menjadi mungkin.”

Khusyu’ Berdampak pada Kesehatan

Khusyu’ dalam shalat tahajjud sangat penting. Dari segi kesehatan, orang menjalankan shalat dengan tidak khusyu’, tidak akan memperoleh dampak apa pun. Apalagi sampai tidak ikhlas, maka yang terjadi dalam tubuh kita akan terjadi perubahan metabolisme, korteks adrenal (bagian luar kelenjar adrenal yang memproduksi hormon yang mendukung fungsi organ vital dan proses tubuh) akan melepaskan kortisol.

Artinya, bila shalat dilakukan secara tidak ikhlas justru akan  membawa kondisi yang bersangkutan menjadi stress. Kalau timbul stress, maka yang terjadi metabolisme tubuh yang menyebabkan imunitas pasti menurun. Jika sudah demikian, kita mudah infeksi kalau ada virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita.

Oleh karena itu, M. Sholeh berpesan, lakukanlah shalat dengan khusyu’ serta ikhlas. Jangan berpaling kepada selain Allah SWT.***  

Sumber Foto: TL Ummat TV