Doa-doa saat Berziarah Di Kota Madinah

JENDELAISLAM.ID – Setiap jamaah haji, tentu tidak ingin melewatkan berziarah di tempat-tempat bersejarah di Madinah. Selain bernilai pahala, juga jamaah bisa napak tilas perjuangan Nabi SAW.

Karena itu, ketika jamaah berziarah di tempat-tempat bersejarah di Madinah, disunnahkan untuk membaca doa-doa di bawah ini:

Doa Memasuki Kota Madinah

“Ya Allah, negeri ini adalah tanah haram Rasul-Mu Muhammad SAW, maka jadikanlah penjaga bagiku dari neraka, aman dari siksa dan buruknya hisab (perhitungan di hari kemudian).”

Doa Masuk Masjid Nabawi

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami, Muhammad SAW dan keluarganya. Ampunilah dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Doa Salam ketika Berada di Makam Rasulullah SAW

“Selamat sejahtera atasmu, wahai Rasulullah, rahmat Allah dan berkah-Nya untukmu. Selamat sejahtera atasmu, wahai Nabiyyallah. Selamat sejahtera atasmu, wahai makhluk pilihan Allah. Selamat sejahtera atasmu, wahai kekasih Allah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah satu-satunya. Tiada sekutu bagi-Nya dan sesungguhnya engkau telah benar-benar menyampaikan risalah, engkau telah menunaikan amanat, engkau telah memberi nasehat kepada umat, engkau telah berjihad di jalan Allah, maka shalawat yang abadi dan salam yang sempurna untukmu sampai hari kiamat. Ya Allah, berikanlah pada beliau kemuliaan dan martabat yang tinggi serta bangkitkanlah dia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan padanya, sesungguhnya Engkau tidak akan mengingkari janji.”

Doa Salam kepada Abu Bakar as-Shiddiq RA

“Selamat sejahtera padamu, wahai khalifah Rasulullah. Selamat sejahtera padamu, wahai teman Rasulullah dalam gua. Selamat sejahtera padamu, wahai orang yang mendermakan semua hartanya karena cinta kepada Allah dan rasul-Nya. Semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan dari umat Rasulullah dan sungguh engkau telah menggantikan Rasulullah sebagai khalifah yang baik, dan engkau telah menempuh jalan dan jejaknya dengan sebaik-baiknya, engkau telah membela Islam, engkau telah menghubungkan silaturrahmi dan engkau senantiasa menegakkan kebenaran sampai akhir hayat. Maka selamat sejahtera padamu dan rahmat serta berkat Allah juga untukmu.”

Doa Salam kepada Umar bin Khattab RA

“Selamat sejahtera padamu, wahai penyebar Islam. Selamat sejahtera padamu, wahai orang yang tegas memisahkan yang benar dengan yang salah. Selamat sejahtera, wahai orang yang senantiasa berkata dengan benar, engkau telah menjamin anak yatim, engkau telah menghubungkan silaturrahmi dan denganmulah Islam telah teguh dan kuat. Selamat sejahtera dan rahmat Allah juga padamu.”

Suasana di Masjid Nabawi (Foto: Pixabay/Konevi)

Doa ketika di Raudhah

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian alam. Pujian yang memadai nikmat-Nya, mengimbangi tambahan kenikmatan-Nya, wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji yang layak bagi keagungan zat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.”

“Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw., keluarga dan sahabat-sahabatnya semua. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, datukku, nenekku, dan semua kaum kerabatku, saudara-sadaudaraku dan guru-guruku, sekalian orang-orang mukmin dan mukminat, juga muslimin dan muslimat baik yang hidup maupun yang telah mati dengan limpahan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Paling Pengasih. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar.”

“Dan jika sekiranya mereka sungguh telah menzalimi diri mereka sendiri lantas mereka datang kepada-mu (wahai Muhammad) lalu memohon ampun untuk  mereka, tentulah mereka mendapati Allah itu Maha Penerima Ampun lagi Maha Penyayang.”

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu, Engkau memberikan kewenangan syafaat kepada Nabi dan rasul-Mu, rasul untukku pada hari dimana harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan pertolongan, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (bebas dari syirik dan penyakit nifak). Dan berilah kepastian ampunan untukku sebagaimana Engkau telah memastikan memberi ampunan bagi orang yang datang kepada Rasul di waktu hidupnya.”

“Ya Allah, jadikanlah Nabi Muhammad saw. orang yang pertama memberi syafaat, yang paling berhasil di antara orang-orang yang memohon, dan paling mulia dari golongan mereka terdahulu dan terakhir dengan anugerah dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah.”

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keimanan yang sempurna, keyakinan yang benar, sehingga aku dapat meyakini bahwa tiada sesuatu bencana yang akan menimpa kepadaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan kepadaku. Aku memohon ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, lidah yang berdzikir, rezeki yang melimpah halal dan baik, amal shaleh yang diterima, serta perdagangan yang tidak rugi.”

“Ya Allah, lapangkanlah dada kami, tutupilah keburukan kami, ampunilah dosa kami, tentramkanlah hati kami dari ketakutan, sudahilah amalan kami dengan kebajikan. Terimalah ziarah kami ini, kembalikanlah kepada kami dari keterasingan kepada kami kepada ahli dan kelurga kami di dalam keadaan selamat dan sejahtera berhasil tanpa mendapat kenistaan dan bencana, dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang shaleh yaitu dari golongan mereka yang tidak merasa takut dan tidak pula bersedih hati.”

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, limpahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhanku, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku serta seluruh mukminin dan mukminat pada hari perhitungan segala amal. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang Maha Mulia dari apa yang mereka sifatkan dan salam sejahtera kepada Rasul serta segenap puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Doa Salam Waktu Berziarah dI Baqi’

“Mudah-mudahan sejahtera atas kamu wahai (penghuni) tempat kaum yang beriman! Apa yang dijanjikan kepadamu yang masih ditangguhkan besok itu, pasti akan datang kepadamu, dan kami Insyaallah akan menyusulmu. Ya Allah, ampunilah ahli Baqi al-Gharqad.”

Doa Salam kepada Sayyidina Utsman bin Affan RA di Baqi’

“Mudah-mudahan salam dan sejahtera atasmu, wahai Utsman bin Affan yang memiliki dua cahaya. Mudah-mudahan salam sejahtera atasmu, wahai khalifah yang ketiga. Mudah-mudahan sejahtera atasmu, wahai orang yang mempersiapkan membiayai bala tentara di masa perang yang sulit (Perang Tabuk) dengan harta dan peralatan, yang telah menghimpun al-Qur’an dalam suatu lembaran (kitab tersusun). Mudah-mudahan Allah memberikan balasan dengan sebaik-baik balasan kepadamu dari umat Rasulullah saw. Ya Allah, ridhailah dia, tinggikan derajatnya, muliakanlah kedudukannya dan berilah imbalan pahala. Amin.”

Salam kepada Sayyidina Hamzah RA dan Mus’ab bin Umair RA di Uhud

“Mudah-mudahan sejahtera atasmu, wahai Paman Nabi Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthallib. Mudah-mudahan sejahtera atasmu, wahai singa Allah dan singa Rasulullah. Mudah-mudahan sejahtera atasmu, wahai penghulu syuhada. Mudah-mudahan sejahtera atasmu, wahai Mus’ab bin Umair wahai pahlawan pilihan yang meneguhkan kedua kakinya di atas bukit Rimah sampai ia gugur.”

Salam kepada para Syuhada di Uhud

“Mudah-mudahan salam sejahtera atasmu, wahai para syuhada Uhud. Ya Allah, berilah mereka semua ganjaran karena Islam dan para pemeluknya dengan ganjaran yang paling utama dan tinggikanlah derajat mereka dan muliakanlah kedudukan mereka dengan keagungan-Mu dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan yang Paling Pemurah.”

Doa Meninggalkan Kota Madinah

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat, shalawat dan salam kepada Nabi Muhmmad saw. dan keluarganya dan janganlah menjadikan kunjunganku kepada nabi-Mu, hapuskanlah segala dosaku dengan menziarahinya dan sertakan keselamatan dalam perjalananku serta mudahkanlah kepulanganku ini menuju keluargaku dan tanah airku, dengan selamat, wahai Tuhan yang Maha Pengsih dari segala yang pengasih.”***

Sumber Foto: Pixabay/Abdullah_Shakoor