Manfaat Mengejutkan Wudhu, dari Mengembalikan Kekuatan hingga Mengurangi Kecemasan

JENDELAISLAM.ID – Jangan dikira, wudhu yang biasa dilakukan oleh umat islam untuk shalat lima waktu, membaca al-Qur’an, dan ibada-ibadah lain tidak punya pengaruh pada kesehatan tubuh.

Menurut sejumlah penelitian, wudhu, selain sebagai syarat sahnya shalat, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia.

Menurut Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, seorang peneliti di bidang penderita penyakit dalam dan penyakit jantung di London, para ahli telah menyimpulkan bahwa merendam anggota tubuh dalam air dapat memulihkan kekuatan tubuh yang lemah, mengurangi kejang syaraf dan otot, menormalkan denyut jantung, serta mengurangi kecemasan, dan insomnia (susah tidur).

Senada dengan pernyataan di atas, Prof. HM. Hembing Wijayakusumajuga menegaskan bahwa telinga manusia terdiri dari dua unit fungsional, yaitu alat pendengaran dan sebagai bagian dari sistem keseimbangan tubuh.

Membersihkan telinga secara terus-menerus, kata Prof. Hembing, akan membuat telinga menjadi lebih peka terhadap getaran suara yang ditangkap oleh sel-sel pendengaran yang berupa rambut-rambut halus. Bahkan jika dilakukan dengan benar, getaran gelombang dengan frekwensi 20.000 – 30.000 hz dapat ditangkap dengan baik.

Namun, frekuensi ini berasal dari gelombang yang paling halus (tinggi), sehingga sulit sulit jika jiwa tidak tenang, lanjut Hembing. Hanya dengan melatih jiwa dengan dzikir kepada Allah, kehalusan rasa kita akan tercapai.

Namun, tentu saja, tidak sembarang wudhu yang bisa memberikan efek positif. Karena pada dasarnya wudhu bukan asal terkena air saja. Syarat dan rukun berwudhu harus dipenuhi dengan benar.

Tuntunan kaifiyah (tata cara) wudhu ini juga disinggung oleh Allah SWT dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai ke dua mata kaki….“ (QS. al-Maidah: 6).
Makna dan faedah dari gerakan berwudhu bisa dijelaskan secara ilmiah:

1. Berkumur

Untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi. Berkumur juga menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel.

Faktanya, orang yang mengalami kerusakan gigi disebabkan pembusukan makanan dan air liur yang bercampur dalam perut dan menuju darah. Dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan menyebabkan berbagai penyakit.

2. Membersihkan Rongga Hidung  

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang selalu berwudhu, mayoritas hidung mereka lebih bersih, bebas dari berbagai mikro-organisme. Karena rongga hidung bisa mengantarkan berbagai penyakit.

Bakteri dapat masuk ke tenggorokan melalui hidung, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Apalagi jika sampai masuk ke dalam aliran darah. Mungkin inilah hikmah di balik anjuran istinsyâq (memasukkan air ke dalam hidung sebanyak tiga kali dan menyemburkannya setiap kali wudhu).  

3. Membasuh Muka

Membasuk muka berarti menghilangkan debu, bakteri dan kontaminan lainnya sampai bersih. Ini faedah lahiriyahnya.

Adapun hakikatnya adalah isyarat bahwa seseorang telah siap untuk menghadap dan berinteraksi dengan Sang Pencipta.  

4. Mencuci Tangan

Hakikatnya kedua tangan yang kita pergunakan untuk aktivitas sehari-hari sering bergelimang dosa. Ketika berwudhu, kita diingatkan untuk menjaga kedua tangan kita dari dosa.  

5. Menyapu Sebagian Kepala

Di dalam kepala terdapat akal manusia. Sebagaimana manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk dengan akalnya, maka  secara rohani kita tidak hanya memikirkan dunia ini saja, teteapi juga memhami urusan akhirat.

6. Membasuh Kaki

Dari sisi lahiriahnya, membasuh kaki sama dengan mencuci tangan,  juga berfungsi membersihkan kaki dan kotoran berupa debu, bakteri, dan lainnya yang merusak kulit.

Sebab orang yang lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badannya, kulit akan mengalami berbagai macam peradangan yang menyerang permukaan kulit, kudis misalnya. Dan ini bisa menyerang ujung jari yang sebagian besar tidak bersih, sehingga memungkinkan berbagai mikro-organisme menyerang kulit.

Sisi maknawinya, kaki ibarat alat transportasi. Kaki dapat melangkah ke mana saja, ke tempat yang baik atau buruk. Ketika kita membasuh kaki saat berwudhu, kita mengingatkan diri kita sendiri agar kita melangkahkan kaki kita ke tempat yang baik.   

Dapat dikatakan bahwa bahwa gerakan-gerakan wudhu yang dilakukan dengan benar, dengan jiwa yang ihlas, dan hanya karena Allah SWT, memiliki efek positif pada tubuh dan jiwa manusia.

Tidak hanya manfaat batin yang diperoleh, tetapi juga banyak manfaat jasmaniah yang sangat baik bagi tubuh manusia.***

Sumber Foto: Unsplash/Nathan Dumlao