Hidup Berakhir Baik, Langgengkan Doa Khusnul Khatimah!

JENDELAISLAM.ID – Semua umat Islam, pasti mengharap khusnul khatimah di akhir hidupnya. Sebuah kematian yang indah yang sangat didambakan.

Misalnya, meninggal dalam keadaan shalat, dzikir, ceramah, khutbah, menuntut ilmu, iktikaf, medan jihad, perjalanan yang diridhai oleh Allah SWT, dan sebagainya.

Kebalikan dari husnul khatimah adalah su’ul khatimah. Akhir buruk yang semua umat Islam membencinya. Kematian jenis ini berdampak celaka bagi seseorang kelak di kehidupan berikutnya. Sebagai contoh, meninggal dalam keadaan bermaksiyat. Na’udzu billahi min dzalik.

Khusnul khatimah sendiri bermakna akhir yang baik. Karena itu, seorang Muslim kerapkali berdoa agar hidupnya berakhir dalam keadaan baik, beriman, istiqamah melakukan kebaikan, saat takdir kematian datang.

Dengan demikian, meninggal dalam keadaan khusnul khatimah bisa mengantarkan seseorang kepada kehidupan yang kekal dan bahagia di akherat kelak.

Karena itu, orang yang selalu memohon doa agar husnul khotimah pada dasarnya berusaha ingat pada kematian. Ketika mengingat kematian, ia akan berusaha memperbanyak amal saleh sekaligus berupaya meninggalkan kemaksiatan dalam hidupnya.

Kita bisa membaca doa ini bisa kapan saja, saat shalat, setelah shalat, di sepertiga malam dan waktu-waktu mustajab lainnya.

Baca juga: Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa

Berikut doa yang bisa kita panjatkan untuk meminta kematian husnul khatimah seperti dinyatakan dalam QS. Ali Imran: 191-194.

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

192. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.

193. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.

194. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.”


Bagaimana Cara Mendapat Husnul Khatimah?

Seorang Muslim yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah kelak akan diganjar dengan kehidupan kekal dan penuh kenikmatan di akhirat.
Berikut ini, beberapa hal yang dapat kita lakukan supaya bisa memperoleh husnul khatimah:
1. Beramal saleh
Perbanyaklah amal ibadah, seperti: shalat, puasa, membaca al-Qur’an, dzikir! Kita bisa lakukan cara ini untuk mendapatkan husnul khatimah.
2. Istiqamah dalam keimanan
Jagalah keimanan dan senantiasa istiqamah beribadah hingga akhir hayat! Sebab, cara ini merupakan kunci untuk meraih husnul khatimah.
3. Taubat dan istighfar
Mohonlah ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang kita lakukan! Cara ini bisa membersihkan hati dan selanjutnya bisa mengantarkan seseorang menggapai husnul khatimah.
4. Dzikir dan doa

Berdzikir dan berdoalah dengan tulus! Ingat, ini akan menjadikan kita senantiasa ingat dan dekat kepada Allah. Ketika ajal menjemput, sedang kita dalam posisi dekat dengan Allah, insyaallah khusnul khatimah menyertai.
5. Sedekah dan amal jariyah
Bersedekahlah dengan apa saja sesuai dengan kemampuan kita, baik berupa pikiran, tenaga, maupun harta! Demikian pula amal jariyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir meskipun telah meninggal (seperti: wakaf, mendirikan masjid, karya yang bermanfaat dan menginspirasi umat, dan lainnya) dapat mengantarkan seseorang meraih husnul khatimah.
6. Silaturahim dan berbuat kebaikan

Rekatkanlah hubungan baik dengan sesama! Bukankah selain dapat mempererat hubungan sesama, silaturrahim juga bisa mendorong orang untuk saling membantu dan berbuat kebaikan.***

Sumber Foto: Pexels/Fatih Maraşlıoğlu